<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: KEBIJAKAN SOSIAL DALAM MENANGGULANGI MASALAH KEMISKINAN</title>
	<atom:link href="http://adjhee.wordpress.com/2007/12/12/kebijakan-sosial-dalam-menanggulangi-masalah-kemiskinan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://adjhee.wordpress.com/2007/12/12/kebijakan-sosial-dalam-menanggulangi-masalah-kemiskinan/</link>
	<description>Menggugah Kesadaran Berfikir, Mengasah Kepekaan Nurani</description>
	<lastBuildDate>Sun, 27 Dec 2009 10:35:13 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: dudullzz</title>
		<link>http://adjhee.wordpress.com/2007/12/12/kebijakan-sosial-dalam-menanggulangi-masalah-kemiskinan/#comment-271</link>
		<dc:creator>dudullzz</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 08:09:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://adjhee.wordpress.com/2007/12/12/kebijakan-sosial-dalam-menanggulangi-masalah-kemiskinan/#comment-271</guid>
		<description>mas saya ijin copas yah.

saya ijin sebagai bahan acuan makalah saya.karena saya juga ingin  membahas kebijakan dalam menanggulangi masalah kemiskinan yang berada di daerah saya



&lt;blockquote&gt;silahkan mas, sangat dibebaskan sebesar-besarnya untuk mengambil manfaat kepada siapapun yang berharap manfaat dari saya serta tulisannya.&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mas saya ijin copas yah.</p>
<p>saya ijin sebagai bahan acuan makalah saya.karena saya juga ingin  membahas kebijakan dalam menanggulangi masalah kemiskinan yang berada di daerah saya</p>
<blockquote><p>silahkan mas, sangat dibebaskan sebesar-besarnya untuk mengambil manfaat kepada siapapun yang berharap manfaat dari saya serta tulisannya.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: bocahbancar</title>
		<link>http://adjhee.wordpress.com/2007/12/12/kebijakan-sosial-dalam-menanggulangi-masalah-kemiskinan/#comment-252</link>
		<dc:creator>bocahbancar</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 17:30:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://adjhee.wordpress.com/2007/12/12/kebijakan-sosial-dalam-menanggulangi-masalah-kemiskinan/#comment-252</guid>
		<description>Salam kenal dulu dech dari Mahasiswa STKS Bandung....
:)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam kenal dulu dech dari Mahasiswa STKS Bandung&#8230;.<br />
 <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: jury kadji</title>
		<link>http://adjhee.wordpress.com/2007/12/12/kebijakan-sosial-dalam-menanggulangi-masalah-kemiskinan/#comment-249</link>
		<dc:creator>jury kadji</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Sep 2009 15:29:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://adjhee.wordpress.com/2007/12/12/kebijakan-sosial-dalam-menanggulangi-masalah-kemiskinan/#comment-249</guid>
		<description>assalamu&#039;alaykum,,warahmatullahi ,wabarakatuh
salam kenal.
saya senang sekali dengan tulisan dan masalah sosial utamaya kemiskinan dengan sekelumit ceritanya.mohon bantuanya rujukan artikel atau apa saja yang bisa di share. mohon maaf.
terima kasih.



&lt;blockquote&gt;wa&#039;alaykumsalam warahmatullahi wabarakatuh, alhamdulillah..dunia sosial adalah dunia aktivitas tanpa batas. rujukan artikelnya tergantung pada saudara ingin mendalami secara signifikan dalam hal apa? untuk pertama yaa tentunya ilmu dasar yakni teori-teori sosiologi setidaknya sudah dimengerti dan dipahami, karena sosiologi merupakan tapak awal untuk mendalami lebih dalam, ada fritzer, stompka, dll yang menulis banyak buku-buku dasar sosiologiu untuk mendalami dan dengan bahasa yang mudah dimengerti.&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamu&#8217;alaykum,,warahmatullahi ,wabarakatuh<br />
salam kenal.<br />
saya senang sekali dengan tulisan dan masalah sosial utamaya kemiskinan dengan sekelumit ceritanya.mohon bantuanya rujukan artikel atau apa saja yang bisa di share. mohon maaf.<br />
terima kasih.</p>
<blockquote><p>wa&#8217;alaykumsalam warahmatullahi wabarakatuh, alhamdulillah..dunia sosial adalah dunia aktivitas tanpa batas. rujukan artikelnya tergantung pada saudara ingin mendalami secara signifikan dalam hal apa? untuk pertama yaa tentunya ilmu dasar yakni teori-teori sosiologi setidaknya sudah dimengerti dan dipahami, karena sosiologi merupakan tapak awal untuk mendalami lebih dalam, ada fritzer, stompka, dll yang menulis banyak buku-buku dasar sosiologiu untuk mendalami dan dengan bahasa yang mudah dimengerti.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: H.HAERUDIN</title>
		<link>http://adjhee.wordpress.com/2007/12/12/kebijakan-sosial-dalam-menanggulangi-masalah-kemiskinan/#comment-224</link>
		<dc:creator>H.HAERUDIN</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Apr 2009 14:12:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://adjhee.wordpress.com/2007/12/12/kebijakan-sosial-dalam-menanggulangi-masalah-kemiskinan/#comment-224</guid>
		<description>saya lagi membahas tentang kemiskinan pak yg sngat kompleks permasalahannya, bisakah bapak sedikit memberikan gambaran tentang kenapa bangsa indonesia ini masih banyak terus yang miskin , apakah dari kebijakan pemerintahnya tidak berpihak kepada si miskin



&lt;blockquote&gt;berat bagi saya untuk menjabarkannya, secara simpel terkadang saya menggariskan perbedaan antara pemiskinan,dan kemiskinan. nah mereka-mereka yang miskin karena kemiskinan kita sudah tahu indikasi dan garis besarnya. namun bagi yang berada pada titik pemiskinan itulah kita terpusat. intinya, selain kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat, yakni ada satu sebab lagi. etos individu bangsa ini dari sisi moral pun harus dibenahi. sehingga skema ketergantungan sudah bisa disingkirkan karena harga diri masih ada dalam hati.&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya lagi membahas tentang kemiskinan pak yg sngat kompleks permasalahannya, bisakah bapak sedikit memberikan gambaran tentang kenapa bangsa indonesia ini masih banyak terus yang miskin , apakah dari kebijakan pemerintahnya tidak berpihak kepada si miskin</p>
<blockquote><p>berat bagi saya untuk menjabarkannya, secara simpel terkadang saya menggariskan perbedaan antara pemiskinan,dan kemiskinan. nah mereka-mereka yang miskin karena kemiskinan kita sudah tahu indikasi dan garis besarnya. namun bagi yang berada pada titik pemiskinan itulah kita terpusat. intinya, selain kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat, yakni ada satu sebab lagi. etos individu bangsa ini dari sisi moral pun harus dibenahi. sehingga skema ketergantungan sudah bisa disingkirkan karena harga diri masih ada dalam hati.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: icha</title>
		<link>http://adjhee.wordpress.com/2007/12/12/kebijakan-sosial-dalam-menanggulangi-masalah-kemiskinan/#comment-144</link>
		<dc:creator>icha</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Sep 2008 08:01:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://adjhee.wordpress.com/2007/12/12/kebijakan-sosial-dalam-menanggulangi-masalah-kemiskinan/#comment-144</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum warahmatullahi wabarakatuh



&lt;blockquote&gt;wa&#039;alaykumsalam warahmatullahi wabarakatuh&lt;/blockquote&gt;



saya izin copas ya tulisan tentang kebijakan sosial kemiskinan. kebetulan saya sedang membuat skripsi tentang kebijakan penanganan anak jalanan namun terbatas akan sumber dan literatur. mohon kalo ada bisa dishare ke saya :) 
Wassalamu&#039;alaykum
icha



&lt;blockquote&gt;silahkan, nah lho, apalagi yg mo di share..semua yang saya miliki ada disini semua..sukses mbak buat skripsinya..hehehe skripsi saya aja gak kelar2 nih..

wa&#039;alaykumsalam warahmatullahi wbarakatuh
adjhee&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum warahmatullahi wabarakatuh</p>
<blockquote><p>wa&#8217;alaykumsalam warahmatullahi wabarakatuh</p></blockquote>
<p>saya izin copas ya tulisan tentang kebijakan sosial kemiskinan. kebetulan saya sedang membuat skripsi tentang kebijakan penanganan anak jalanan namun terbatas akan sumber dan literatur. mohon kalo ada bisa dishare ke saya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Wassalamu&#8217;alaykum<br />
icha</p>
<blockquote><p>silahkan, nah lho, apalagi yg mo di share..semua yang saya miliki ada disini semua..sukses mbak buat skripsinya..hehehe skripsi saya aja gak kelar2 nih..</p>
<p>wa&#8217;alaykumsalam warahmatullahi wbarakatuh<br />
adjhee</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: panji yp</title>
		<link>http://adjhee.wordpress.com/2007/12/12/kebijakan-sosial-dalam-menanggulangi-masalah-kemiskinan/#comment-126</link>
		<dc:creator>panji yp</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Jul 2008 09:33:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://adjhee.wordpress.com/2007/12/12/kebijakan-sosial-dalam-menanggulangi-masalah-kemiskinan/#comment-126</guid>
		<description>hi...
Nama saya panji yudha prasetya
mahasiswa ilmu kesejahteraan sosial 2005 FISIP UI



&lt;blockquote&gt;salam kenal mas Panji, angkatan 2005 yaa..
&lt;/blockquote&gt;


thanks untuk artikelnya
salam kenal ya...
kalau punya waktu, kirim email ke pandji.yp@gmail.com ya, atau bertandang ke blog saya...



&lt;blockquote&gt;oh iya sama-sama nih, saya sudah jarang nulis soal begini lagi nih..udah gak nyambung otaknya buat yang seperti ini mas..oke saya sempatkan main nanti, Insya Allah&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hi&#8230;<br />
Nama saya panji yudha prasetya<br />
mahasiswa ilmu kesejahteraan sosial 2005 FISIP UI</p>
<blockquote><p>salam kenal mas Panji, angkatan 2005 yaa..
</p></blockquote>
<p>thanks untuk artikelnya<br />
salam kenal ya&#8230;<br />
kalau punya waktu, kirim email ke <a href="mailto:pandji.yp@gmail.com">pandji.yp@gmail.com</a> ya, atau bertandang ke blog saya&#8230;</p>
<blockquote><p>oh iya sama-sama nih, saya sudah jarang nulis soal begini lagi nih..udah gak nyambung otaknya buat yang seperti ini mas..oke saya sempatkan main nanti, Insya Allah</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Teguh Pribadi</title>
		<link>http://adjhee.wordpress.com/2007/12/12/kebijakan-sosial-dalam-menanggulangi-masalah-kemiskinan/#comment-72</link>
		<dc:creator>Teguh Pribadi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Jan 2008 08:34:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://adjhee.wordpress.com/2007/12/12/kebijakan-sosial-dalam-menanggulangi-masalah-kemiskinan/#comment-72</guid>
		<description>KEMISKINAN

Assalamu,alaikum WR WB

Kalimat tersebut sangat akrab di lingkungan kita di Indonesia. Penyebab kemiskinan adalah berbagai faktor. Dan selama ini yang disoroti dan  dipermasalahkan oleh masyarakat awan, pemerintah, media, LSM dan sebagainya adalah faktor eksternal misalnya pembangunan infrastruktur yang salah, tidak tersedianya lapangan kerja dan sebagainya.

Melalui tulisan ini penulis ingin menyajikan faktor lain yang menyebabkan kemiskinan yang selama ini tidak pernah dibahas sebagai suatu kajian, semoga tulisan ini menjadikan bahan kajian untuk para akademisi.

Didaerah tempat tinggalku di Lampung, masih banyak kemiskinan, namun setelah aku kaji lebih jauh tentang itu, ternyata Prilaku hidup secara individu, ataupun kelompok masyarakat yang menyebabkan suatu kemiskinan. Misalnya hampir sepanjang tahun kecuali bulan puasa hampir setiap hari ada orang punya hajat yang tidak secara sederhana di setiap kampung. Pihak yang punya hajat dengan segala cara mengusahakan supaya hajatan mereka berhasil dan mewah (mencari “Wah“..Atau pujian) dengan cara mencari pinjaman untuk memenuhi biaya konsumsi, hiburan, rokok panitia yang cukup besar (di Tahun 2005 sekitar Rp1jt hanya untuk rokok) dan berharap dapat kembalian sejumlah uang (amplop sumbangan) dari pengunjung. Pihak yang punya hajatpun tidak hanya menyebar undangan tapi membagi-bagikan nasi rantang keseluruh kampung dengan harapan mereka datang menghadiri  acara hajatan dan memberikan amplop uang yang besar.

Pada suatu hari ketika hajatan selesai dan kotak amplop dibuka ternyata hasilnya kurang dari mencukupi untuk membayar utang-utang pihak yang punya hajat tehadap orang-orang pemberi pinjaman, maka pihak yang punya hajat akan menjual harta miliknya seperti sawah, kebun, hewan ternak, simpanan hasil panen dll untuk pembayaran utang tersebut. Dan disinilah perilaku kemiskinan dilakukan.

Di pihak tetangga yang punya hajatpun ikut kena imbasnya, dalam setiap hajatan, para tetangga tidak bisa bekerja secara normal, mereka harus membantu pihak yang punya hajat dari mulai sampai selesai, sekitar 1 minggu lamanya.

Hasil observasi/wawancara kepada masyarakat misalnya pak Pandir hasil kerjanya dari ngojek dapat Rp 20.000 per hari, hasil kebun (buah-buahan, sayuran) setiap hari Rp 20.000, jadi Rp 40.000 perhari.sebulan Rp1200.000. ditabah hasil panen (padi/kopi) per 6 bulan 2 juta. Dan hasil menjual hasil perternakan setiap tahun Rp2 juta. Jadi kalau ditotal penghasilan mereka Rp18.400.000, cukup besar penghasilan mereka kalau ukuran kampung yang kebutuhan pokoknya masih relati murah dibandingkan tinggal dikota besar.

Tetapi kenyataannya apa yang terjadi, menurut pak Pandir tersebut dari hasil kalkulasi bersih yang aku coba bantu hitung, ternyata uang tersebut hanya diatas kertas. Karena setelah diterima hanya numpang lewat sebentar didalam dirinya, misalnya untuk kebutuhan rokok sehari 2 bungkus Rp 15.000, karena disini kalau udah kumpul-kumpul/berkelompok bapak-bapaknya saling menunjukan gengsi dan saling merokok, dan itu tidak bisa di hindari/elakan. Yang kedua masalah hajatan, sehari minimal satu tempat hajatan dan sumbangan amplop minimal Rp20.000. kalau lebih dari satu tempat bisa Rp60.000 sehari. Belum biaya lain-lain yang cukup besar misalnya anak sekolah sekarang tidak mau naik sepeda/jalan kaki maka perlu biaya transportasi dan biaya jajan, dan mereka perlu biaya harian yang  besar maaf kata kekamar mandipun kalau bisa naik motor. Belum biaya bulanan dll, yang jumlahnya tak bisa dihitung lagi.

Kesimpulannya : kemiskinan itu ada dan perlu obat untuk kemiskinan tersebut. Tetapi kemiskinan tersebut tidak bisa diobati dengan obat yang sama disetiap daerah berbeda penyebabnya. Jadi obatnya (antibiotiknya harus tepat dan sesuai dengan penyebab kemiskinan tersebut)

Dalam kasus ini dibutuhkan peran serta para tokoh cendikawan, tokoh agama , ulama, tokoh masyarakat untuk memberikan penerangan tentang segala aspek yang menyebabkan kemiskinan didaerah tersebut. Untuk berani merubah prilaku dan gaya hidup yang tidak baik pada individu ataupun kelompok masyarakat. Masyarakat sebetulnya udah sadar akan kesalahan yang mereka buat, tapi tidak berdaya untuk merubahnya karena perlu role model. Siapa yang mau mulai mereka akan meniru. Misalnya kalau ada hajatan mereka semua siap untuk tidak ada sumbangan, kecuali kematian/malapetaka. Dan hajatan artinya sedekah/sukuran untuk mendapatkan berkah dari Allah SWT, bukan sekedar hanya dapat Amplop sumbangan. Untuk masalah rokok kalau bisa diharamkan. Pernah suatu saat untuk biaya rokok acara tahlilan yang hukumnya bukan wajib, selama 7 hari Rp 1juta. Dan sebagian kelompok masyarakat akan menanyakan kalau pihak yang punya hajat tidak menyediakan rokok.

Wassalamu,alaikum WR WB



&lt;blockquote&gt;sepakat dengan yang bapak katakan, sebab kemiskinan bisa disamakan dengan sebuah budidaya komplek yang harus dicari titik pemberantasannya (atau bapak bilang anti biotik), memang kadar jenis vaksin yang harus diberikan mestilah berbeda di tiap wilayah sesuai dengan kondisi dan kultur tentunya. fakta yang bapak angkat sebetulnya tidak hanya terjadi di Lampung saja, bahkan di Jakarta pun begitu hatta Bogor yang notabene mereka adalah masyarakat yang hanya dapat berfikir secara common sense dan mengedepankan nilai-nilai adat yang dipegang teguh tanpa mengetahui hasil akhir dari segalanya dengan pertimbangan yang jitu.. terima kasih atas sharenya pak, tetap berkarya dan semoga sukses dalam melakukan kajian-kajian dan penelitiannya..&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>KEMISKINAN</p>
<p>Assalamu,alaikum WR WB</p>
<p>Kalimat tersebut sangat akrab di lingkungan kita di Indonesia. Penyebab kemiskinan adalah berbagai faktor. Dan selama ini yang disoroti dan  dipermasalahkan oleh masyarakat awan, pemerintah, media, LSM dan sebagainya adalah faktor eksternal misalnya pembangunan infrastruktur yang salah, tidak tersedianya lapangan kerja dan sebagainya.</p>
<p>Melalui tulisan ini penulis ingin menyajikan faktor lain yang menyebabkan kemiskinan yang selama ini tidak pernah dibahas sebagai suatu kajian, semoga tulisan ini menjadikan bahan kajian untuk para akademisi.</p>
<p>Didaerah tempat tinggalku di Lampung, masih banyak kemiskinan, namun setelah aku kaji lebih jauh tentang itu, ternyata Prilaku hidup secara individu, ataupun kelompok masyarakat yang menyebabkan suatu kemiskinan. Misalnya hampir sepanjang tahun kecuali bulan puasa hampir setiap hari ada orang punya hajat yang tidak secara sederhana di setiap kampung. Pihak yang punya hajat dengan segala cara mengusahakan supaya hajatan mereka berhasil dan mewah (mencari “Wah“..Atau pujian) dengan cara mencari pinjaman untuk memenuhi biaya konsumsi, hiburan, rokok panitia yang cukup besar (di Tahun 2005 sekitar Rp1jt hanya untuk rokok) dan berharap dapat kembalian sejumlah uang (amplop sumbangan) dari pengunjung. Pihak yang punya hajatpun tidak hanya menyebar undangan tapi membagi-bagikan nasi rantang keseluruh kampung dengan harapan mereka datang menghadiri  acara hajatan dan memberikan amplop uang yang besar.</p>
<p>Pada suatu hari ketika hajatan selesai dan kotak amplop dibuka ternyata hasilnya kurang dari mencukupi untuk membayar utang-utang pihak yang punya hajat tehadap orang-orang pemberi pinjaman, maka pihak yang punya hajat akan menjual harta miliknya seperti sawah, kebun, hewan ternak, simpanan hasil panen dll untuk pembayaran utang tersebut. Dan disinilah perilaku kemiskinan dilakukan.</p>
<p>Di pihak tetangga yang punya hajatpun ikut kena imbasnya, dalam setiap hajatan, para tetangga tidak bisa bekerja secara normal, mereka harus membantu pihak yang punya hajat dari mulai sampai selesai, sekitar 1 minggu lamanya.</p>
<p>Hasil observasi/wawancara kepada masyarakat misalnya pak Pandir hasil kerjanya dari ngojek dapat Rp 20.000 per hari, hasil kebun (buah-buahan, sayuran) setiap hari Rp 20.000, jadi Rp 40.000 perhari.sebulan Rp1200.000. ditabah hasil panen (padi/kopi) per 6 bulan 2 juta. Dan hasil menjual hasil perternakan setiap tahun Rp2 juta. Jadi kalau ditotal penghasilan mereka Rp18.400.000, cukup besar penghasilan mereka kalau ukuran kampung yang kebutuhan pokoknya masih relati murah dibandingkan tinggal dikota besar.</p>
<p>Tetapi kenyataannya apa yang terjadi, menurut pak Pandir tersebut dari hasil kalkulasi bersih yang aku coba bantu hitung, ternyata uang tersebut hanya diatas kertas. Karena setelah diterima hanya numpang lewat sebentar didalam dirinya, misalnya untuk kebutuhan rokok sehari 2 bungkus Rp 15.000, karena disini kalau udah kumpul-kumpul/berkelompok bapak-bapaknya saling menunjukan gengsi dan saling merokok, dan itu tidak bisa di hindari/elakan. Yang kedua masalah hajatan, sehari minimal satu tempat hajatan dan sumbangan amplop minimal Rp20.000. kalau lebih dari satu tempat bisa Rp60.000 sehari. Belum biaya lain-lain yang cukup besar misalnya anak sekolah sekarang tidak mau naik sepeda/jalan kaki maka perlu biaya transportasi dan biaya jajan, dan mereka perlu biaya harian yang  besar maaf kata kekamar mandipun kalau bisa naik motor. Belum biaya bulanan dll, yang jumlahnya tak bisa dihitung lagi.</p>
<p>Kesimpulannya : kemiskinan itu ada dan perlu obat untuk kemiskinan tersebut. Tetapi kemiskinan tersebut tidak bisa diobati dengan obat yang sama disetiap daerah berbeda penyebabnya. Jadi obatnya (antibiotiknya harus tepat dan sesuai dengan penyebab kemiskinan tersebut)</p>
<p>Dalam kasus ini dibutuhkan peran serta para tokoh cendikawan, tokoh agama , ulama, tokoh masyarakat untuk memberikan penerangan tentang segala aspek yang menyebabkan kemiskinan didaerah tersebut. Untuk berani merubah prilaku dan gaya hidup yang tidak baik pada individu ataupun kelompok masyarakat. Masyarakat sebetulnya udah sadar akan kesalahan yang mereka buat, tapi tidak berdaya untuk merubahnya karena perlu role model. Siapa yang mau mulai mereka akan meniru. Misalnya kalau ada hajatan mereka semua siap untuk tidak ada sumbangan, kecuali kematian/malapetaka. Dan hajatan artinya sedekah/sukuran untuk mendapatkan berkah dari Allah SWT, bukan sekedar hanya dapat Amplop sumbangan. Untuk masalah rokok kalau bisa diharamkan. Pernah suatu saat untuk biaya rokok acara tahlilan yang hukumnya bukan wajib, selama 7 hari Rp 1juta. Dan sebagian kelompok masyarakat akan menanyakan kalau pihak yang punya hajat tidak menyediakan rokok.</p>
<p>Wassalamu,alaikum WR WB</p>
<blockquote><p>sepakat dengan yang bapak katakan, sebab kemiskinan bisa disamakan dengan sebuah budidaya komplek yang harus dicari titik pemberantasannya (atau bapak bilang anti biotik), memang kadar jenis vaksin yang harus diberikan mestilah berbeda di tiap wilayah sesuai dengan kondisi dan kultur tentunya. fakta yang bapak angkat sebetulnya tidak hanya terjadi di Lampung saja, bahkan di Jakarta pun begitu hatta Bogor yang notabene mereka adalah masyarakat yang hanya dapat berfikir secara common sense dan mengedepankan nilai-nilai adat yang dipegang teguh tanpa mengetahui hasil akhir dari segalanya dengan pertimbangan yang jitu.. terima kasih atas sharenya pak, tetap berkarya dan semoga sukses dalam melakukan kajian-kajian dan penelitiannya..</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
