Teori Perubahan Masyarakat ( Ferdinand Tonnies )

2007 Desember 12
by adjhee

TEORI PERUBAHAN MASYARAKAT

FERDINAND TONNIES

Oleh

Rizki Aji Hertantyo*

Pendahuluan

Pembahasan kali ini berkisar pada teori perubahan masyarakat, sebuah teori yang dicetuskan oleh seorang sosiolog Jerman, Ferdinand Tonnies. sebenarnya dalam pembahasan ini kami belum memahami persis apakah yang dimaksud dengan teori perubahan masyarakat dalam persepsi Tonnies adalah Gemeinschaft dan Geselschaft atau ada teori lain selain kedua teori tersebut, melainkan di beberapa referensi hanya pembahasan inilah yang kami ketahui.

Selanjutnya pembahasan berikut adalah pembahasan yang kami cukupkan pada teori Tonnies tentang Gemeinschaft dan Geselschaft, semoga makalah ini dapat memenuhi dari apa yang dimaksud oleh mata kuliah ini dimana kami mendapatkan bahasan mengenai teori perubahan masyarakat yang digagas oleh Tonnies. Dan semoga makalah ini bermanfaat bagi kami khususnya dan teman-teman yang lain.

Biografi Ferdinand Tonnies

Ferdinand Tonnies lahir pada tahun 1855 dan wafat pada tahun 1936[1]. Ia merupakan salah seorang sosiolog Jerman yang turut membangun institusi terbesar yang sangat berperan dalam sosiologi Jerman. Dan ia jugalah yang melatarbelakangi berdirinya German Sosiological Association ( 1909, bersama dengan George Simmel, Max Webber, Werner Sombart, dan lainnya )[2]

Ferdinand Tonnies memiliki berbagai karya diantaranya Gemeinschaft und Gesellschaft (yang dipublikasikan pertamakali pada tahun 1887) yang selanjutnya diedit dan di alihbahasakan kedalam bahasa Inggris menjadi Community and Society (1957) oleh Charles P. Loomis, karyanya yang lain yang berupa essai-essai tentang sosiologi terdapat di dalam bukunya Einfuhrung in die Soziologie (An Introduction to Sociology).[3]

Diakhir usianya Tonnies adalah seorang yang aktif menentang gerakan NAZI di Jerman dan seringkali ia diundang menjadi Professor tamu di University of Kiel, setelah hampir masa hidupnya ia gunakan untuk melakukan penelitian, menulis, dan mengedit karya para sosiolog dimasanya.[4]

Gemeinschaft dan Gesellschaft

Seperti dipaparkan sebelumnya, bahwa Tonnies memiliki teori yang penting yang akhirnya berhasil membedakan konsep tradisional dan modern dalam suatu organisasi sosial, yaitu Gemeinschaft (yang diartikan sebagai kelompok atau asosiasi) dan Gesellschaft (yang diartikan sebagai masyarakat atau masyarakat modern-istilah Piotr Sztompka). Setelah sebelumnya Weber menegaskan bahwa ia melihat bahwa perubahan masyarakat terlihat pada kecenderungan menuju rasionalisasi kehidupan sosial dan organisasi sosial di segala bidang (pertimbangan instrumental, penekanan efisiensi, menjauhkan diri dari emosi dan tradisi, impersonalitas, manajemen birokrasi dan sebaliknya). Senada dengan hal itu, Durkheim menegaskan bahwa perkembangan pembagian kerja pun akan didikuti integrasi masyarakat melalui “solidaritas organik” yang menimbulkan ikatan yang saling menguntungkan dan kontribusi anggota masyarakat akan saling melengkapi.[5]

Tonnies memasukkan Gemeinschaft dan Gesellschaft di bukunya (1887) satu diantara beberapa nomor yang dipaparkan, sebagai salah satu teori yang bersifat modern. Menurutnya Gemeinschaft adalah sebagai situasi yang berorientasi nilai nilai, aspiratif, memiliki peran, dan terkadang sebagai kebiasaan asal yang mendominasi kekuatan sosial. Jadi baginya secara tidak langsung Gemeinschaft timbul dari dalam individu dan adanya keinginan untu memiliki hubungan atau relasi yang didasarkan atas kesamaan dalam keinginan dan tindakan. Individu dalam hal ini diartikan sebagai pelekat/perekat dan pendukung dari kekuatan sosial yang terhubung dengan teman dan kerabatnya (keluarganya), yang dengannya mereka membangun hubungan emosional dan interaksi satu individu dengan individu yang lain. Status dianggap berdasarkan atas kelahiran, dan batasan mobilisasi juga kesatuan individu yang diketahui terhadap tempatnya di masyarakat.

Sedangkan Gesellschaft, sebagai sesuatu yang kontras, menandakan terhadap perubahan yang berkembang, berperilaku rasional dalam suatu individu dalam kesehariannya, hubungan individu yang bersifat superficial (lemah, rendah, dangkal), tidak menyangkut orang tertentu, dan seringkali antar individu tak mengenal, seperti tergambar dalam berkurangnya peran dan bagian dalam tataran nilai, latar belakang, norma, dan sikap, bahkan peran pekerja tidak terakomodasi dengan baik seiring dengan bertambahnya arus urbanisasi dan migrasi juga mobilisasi.[6]

Tonnies memaparkan Gemeinschaft adalah wessenwill[7] yaitu bentuk-bentuk kehendak, baik dalam arti positif maupun negatif, yang berakar pada manusia dan diperkuat oleh agama dan kepercayaan, yang berlaku didalam bagian tubuh dan perilaku atau kekuatan naluriah[8]. Jadi, wessenwill itu sudah merupakan kodrat manusia yang timbul dari keseluruhan kehidupan alami. Sedangkan Gesselschaft adalah Kurwille yaitu merupakan bentuk-bentuk kehendak yang mendasarkan pada akal manusia yang ditujukan pada tujuan-tujuan tertentu dan sifatnya rasional dengan menggunakan alat-alat dari unsur-unsur kehidupan lainnya.[9] Atau dapat pula berupa pertimbangan dan pertolongan.[10] Tonnies membedakan Gemeinschaft menjadi 3 jenis, yaitu :

  1. Gemeinschaft by blood, yaitu Gemeinschaft yang mendasarkan diri pada ikatan darah atau keturunan. Didalam pertumbuhannya masyarakat yang semacam ini makin lama makin menipis, contoh : Kekerabatan, masyarakat-masyarakat daerah yang terdapat di DI. Yogyakarta, Solo, dan sebagainya.
  2. Gemeinschaft of placo (locality), yaitu Gemeinschaft yang mendasarkan diri pada tempat tinggal yang saling berdekatan sehingga dimungkinkan untuk dapatnya saling menolong, contoh : RT dan RW.
  3. Gemeinschaft of mind, yaitu Gemeinschaft yang mendasarkan diri pada ideology atau pikiran yang sama.

Dimana, dari ketiga bentuk ini dapat ditemui pada masyarakat, baik di kota maupun di desa.[11]

Ferdinand Tonnies dan Evolusi tanpa Kemajuan

Apabila Durkheim menjelaskan tipologi perubahan masyarakat dengan membuat perbandingan “solidaritas mekanik” dan “solidaritas organik”, Spencer membuat tipe “masyarakat militer” vs “masyarakat industri”, Weber yang membagi “masyarakat agraris tradisional” dengan “masyarakat kapitalis”. Maka dibawah ini adalah tabel dikotomi serupa yang disajikan oleh Tonnies dalam Gemeinschaft und Gesellschaft (yang dipublikasikan pertamakali pada tahun 1887). Gemeinschaft (komunitas) ditandai oleh ikatan sosial bersifat pribadi, akrab, dan tatap muka (primer). Ciri-ciri ikatan sosial ini seperti yang dikemukakan sebelumnya ialah berubah menjadi impersonal, termediasi, dan sekunder dalam masyarakat modern (Gesellschaft). Keunikan pendekatan Tonnies terlihat dari sikap kritisnya terhadap masyarakat modern (Gesellschaft), terutama nostalgianya mengenai kehidupan tipe komunitas/kelompok/asosiasi (Gemeinschaft) yang lenyap. Tonnies adalah contoh langka penganut evolusionisme yang tak menganggap evolusi identik dengan kemajuan. Menurutnya, evolusi terjadi secara berlawanan dengan kebutuhan manusia, lebih menuju kearah memperburuk ketimbang meningkatkan kondisi kehidupan manusia. [12]. Dan dibawah ini adalah tabel pemaparan Tonnies tentang perbedaan antar Gemeinschaft dengan Gesellschaft sebagai suatu perubahan yang justru bergerak kearah memperburuk, menurut dirinya.[13]

Ciri

Gemeinschaft (komunitas)

Gesellschaft

(masyarakat modern)

Tentang hal ini pula secara tidak langsung bagi Tonies faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan masyarakat dimana prinsip evolusi yang ia miliki hampir sama dan senada dengan prinsip evolusi ahli lain seperti Max Weber begitu juga dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Diantara penyebab terjadi perubahan itu adalah adanya kecenderungan berfikir secara rasional, perubahan orientasi hidup, proses pandangan terhadap suatu aturan dan sistem organisasi.

Sebagai contoh kasus ialah adanya suatu masyarakat bernama kampung Ambon di daerah Bekasi, dimana asalnya sebuah komunitas tersebut merupakan hanya kaum urban yang datang dari Ambon dan sekitarnya untuk mencari penghasilan dengan bekerja seadanya, namun seiring dengan perubahan masa, waktu dan zaman urbanisasi yang datang dari daerah tersebut semakin banyak dan mengikuti pendahulunya yang lain untuk menempati lokasi yang sama. Sehingga saat ini terbentuklan suatu masyarakat Ambon yang datang ke Jakarta setelah sebelumnya hanya sebuah komunitas belaka.

Penutup

Setelah tadi kita mengetahui dari pemaparan diatas apa yang dijelaskan oleh Ferdinand Tonnies tentang evolusionisme, antar Gemeinscahft dengan Geselschaft. Maka dapat diambil suatu kesimpulan sementara bahwa apa yang dimaksudkan oleh Tonnies tentang teorinya sendiri tak berbeda jauh dengan para sosiolog seangakatnnya semisal Durkheim, Spencer, dan Weber tentang suatu bentuk teori evolusi klasik. Dimana ia menjelaskan dengan seksama pula bahwa suatu kehidupan lebih berorieentasi kepada perubahan terlihat pada kecenderungan menuju rasionalisasi kehidupan sosial dan organisasi sosial di segala bidang.[14]

Demikianlah makalah yang dapat kami sajikan, sekalipun kami meyakini masih banyak sekali kekurangan yang berlimpah disamping menurut kami terbatasnya teks-teks terjemahan dalam bahasa Indonesia, dan juga buku berbahasa asing (terutama Inggris) hampir menyampaikan penjelasan yang setara dan sama tentang apa yang dikemukakan Tonnies mengenai teorinya. Oleh karena itu kami berharap agar nantinya kami bisa melakukan perbaikan dengan kritikan dari kawan-kawan untuk makalah yang akan datang.

Daftar Pustaka :

Bernard, Jessie, The Sociology of Community, Scott, Foresman and Company, Glenview, Illinois: 1973

Dictionary of Social Science on American Corner Library. State Islamic University Jakarta

Narwoko, J.Dwi dan Bagong Suyanto (ed), Sosiologi ; Teks, Pengantar dan Terapan, Prenada Media, Jakarta: 2004

Sztompka, Piotr, Sosiologi Perubahan Sosial (alih bahasa oleh Alimandan), Prenada Media, Jakarta: 2005

Truzzi, Marcello, Sociology: The Classic Statements. New York: Oxford University Press,1971.download http://www2.pfeiffer.edu/~lridener/courses/GEMEIN.HTML

* Penulis adalah mahasiswa jurusan Pengembangan Masyarakat Islam. Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.




[1] Dictionary of Social Science, hal 486

[2] Ibid, hal 486

[3] Marcello Truzzi, Sociology: The Classic Statements.p.1

[4] Opcit, hal. 487

[5] Sosiologi Perubahan Sosial, hal 27

[6] Ibid, hal 486-487

[7] Dalam buku Sosiologi, Teks Pengantar dan Terapan disebutkan wessenwilo dan kurwillo untuk Gesellschaft

[8] Dictionary of Social Science, p. 486

[9] Sosiologi, Teks Pengantar dan Terapan, hal. 32

[10] Opcit, p. 486

[11] Sosiologi, Teks Pengantar dan Terapan, hal. 34

[12] Sosiologi Perubahan Sosial, hal 123-124

[13] Ibid, hal. 123-124

[14] Sosiologi Perubahan Sosial, hal 27

13 Tanggapan leave one →
  1. 2007 Desember 12
    adjhee permalink

    maaf ada bagan atau tabel yang tidak dapat dimuat.. bagi yang ingin mendapatkan edisi lengkapnya bisa meminta di email saya, insya Allah saya kirimkan nanti dalam format attachment

  2. 2008 Februari 5
    Akbar permalink

    Halo.
    Terima kasih atas tulisannya. Kl boleh saya minta tolong dikirim ke email saya yak. Soalnya yang disini gak lengkap.
    tolong kirim ke ruhbanullail@gmail.com
    Terima kasih

    sudah saya kirimkan mas ke alamat email yang dimaksud.. silahkan menikmati dan semoga bermanfaat, maaf bila kurang memuaskan dan saya izinkan tuk ditambahkan atau diubah tanpa merubah substansi.

  3. 2008 Maret 18
    MUHAMMAD NASIR permalink

    cukup memberi pencerahan buat menambah wawasan bagi yang haus dengan pengetahuan, thanks

    terima kasih bapak.. semoga bermanfaat, maaf jika jarang di update :)

  4. 2008 April 2
    Abu 'Umar permalink

    ‘afwan akhi, ana masih belum “dapat” mana yg anta maksud dengan perubahan sosial ala Tonnies…

    Setahu ana Tonnies hanya mentipologikan masyarakat, tentu saja berdasarkan ciri2 tertentu, kedalam dikotomi gesselschaft dan gemeinschaft, ana tidak berpandangan bahwa teorisasi Tonnies bisa dipakai untuk menganalisis perubahan masyarakat.

    Ini berbeda sekali kalau kita melihat teori Struktural-Fungsional punyanya Parson, teori Interaksi Simboliknya Herbert Mead, John Dewey, Herbert Blumer, Erving Goffman, atau teori konfliknya Karl Marx, teori Struktural-Konfliknya Dahrendorf dan Coser, bla…bla…bla…

    Insya Allah setahu ana teori2 yang ana sebutkan lebih cocok untuk menganalisis perubahan masyarakat dibanding teori dari Tonnies…

    -Abu ‘Umar Rengga-
    (seseorang yg pernah anta sebut2 di blognya Riza Hamida…)

    na’am akhuna rengga.. wah ini tulisan dah lama banget.tulisan ini ana buat ketika tepat silabus kuliah (mata kuliahnya aja lupa). nah kebetulan ana mendapatkan materi judul ini dan hanya Tonnies saja yang diangkat tanpa menganggkat pembanding lain semisal yang anta sebutkan diatas tadi. sehingga apa yang ana angkat dan uraikan dengan penuh percaya diri di sini yang digali dan diramu dari basis data yang ana kelola ialah hanya teori milik Tonnies saja..

    adapun jika anta beranggapan bahwa teori Tonnies ini goyah dan tidak kuat maka bagi ana itu pasti. dimana-mana yang namanya teori itu masih mudah dipatahkan dengan teori lainnya sejalan dengan berjalannya evolusi ilmu pengetahuan. terkecuali jika suatu cabang ilmu tersebut yang berbasiskan teori telah terpisah dan menjadi sebuah postulat ataupun aksioma.

    terima kasih atas tanggapannya kawan..

  5. 2008 April 29
    miftahul huda permalink

    tolong dikirim email ya ke miftah_nawawi@yahoo.co.id

    sudah saya kirimkan pak dan semoga bermanfaat, mohon maaf jika telat karena baru buka lagi blognya

  6. 2008 Mei 7
    tanti permalink

    Ass. bisa minta tolong dQrim kEmail saya?tavantivi@yahoo.com
    makasih…

    sudah saya kirimkan mbak, mohon maaf bila telat dan semoga bermanfaat

  7. 2008 November 4
    dewa permalink

    tolong saya minta juga sakurastory1@yahoomail.com. trims

  8. 2008 November 30
    jasman permalink

    minta tolong kirimin ke Email ane dong…..zix_zax2002@yahoo.com………tentang masyarakat solidaritas mekanis dan organis……..TQ

    saya kirimkan segera, insya Allah..

  9. 2009 Januari 8
    Iwan permalink

    ass..
    terimaksih nih, ane dapat pencerahan baru, tolong ya kirimin ke iwanmd2000@yahoo.co.id, makasih sebelumnya
    wass…

  10. 2009 Maret 23

    Aww. subhanallah. lagi muter-muter akhirnya ketemu tulisan ini. Maturnuwun, njih:)
    bisa tolong kirim lengkapnya ke email saya, mas? fira412@gmail.com Jazakallah khair

    ya sama-sama..waiyyaki, sudah saya kirimkan ke alamat emailnya mbak Fira

  11. 2009 April 21
    janual aidi permalink

    allow..
    mas, bisa kirimaiin tentang teori komunitas kn?
    aku tunggu ya,,,

    sudah saya kirimkan, mohon maaf telat.

  12. 2009 Mei 5
    Rahman permalink

    Tolong pak tabelnya dikirim ke email saya. Sngt pntng dan mendesak. Trims. Semoga menjadi amal jariyah.

    sudah saya kirimkan mas, maaf saya telat.baru buka wordpress lagi, semoga bermanfaat

  13. 2009 Mei 22
    wahyudin mas'ud permalink

    Tulisan yang menarik bung. Tolong dikirim juga ya ke e-mailku ! Thnx b4.
    rasysya@yahoo.com

    sudah saya kirim mas, maaf telat, baru sempat membaca

Tinggalkan Balasan

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS